Kebocoran Minyak Pertamina Di Kawasan Karawang

Kebocoran Minyak Pertamina Di Kawasan Karawang

Kebocoran Minyak Pertamina Di Kawasan Karawang

Kebocoran Minyak Pertamina Di Kawasan Karawang

Agen Tangkas Online – Kepolisian Republik Indonesia ( Polri ) ikut serta dalam menyelidiki pernyabab kebocoran minyak yang mencemari pantai dan juga lain di sekitar kawasan Karawang. Peristiwa ini sendiri terjadi pada tanggal 12  Juli 2019 lalu.

“Yang utama sekarang ini melakukan upaya untuk tidak menimbulkan banyak korban, kemudian faktor lingkungan hidup dan manusia. Kemudian secara paralel Polri juga sudah melakukan penyelidikan mengapa peristiwa ini bisa terjadi”.

1.Polri Melakukan Interview Terhadap Pihak Pertamina

Image result for polri

Polri sendiri juga telah melakukan Interview kepada pihak Pertamina, guna mengetahui apa yang menyebabkan pristiwa itu bisa terjadi.

“Kita akan sama sama melihat, nanti proses penyelidikan akan membawa kita kepada persoalan itu. Apakah dampak kelalaian, kesengajaan, atau karena alam. Itu juga akan menjadi pertimbangan,” Jelas polri.

2. Pertamina Mempercepat Pekerjaan Membuat Sumur Bor Yang Baru

Kasus Kebocoran Minyak Pertamina di Karawang, Polri Ikut Turun Tangan

Pt Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java ( PHE ONWJ ) terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kebocoran minyak yang mencemari pantai dan laut di sekitar Karawang.

Selain mengerahkan lebih dari 1.500 personil untuk menangangi tumpahnya minyak yang tidak tertangkat di laut, BUMN itu mempercepat pengeboran sumur baru yang diberi nama YYA-1RW. Tujuannya, untuk menghentikan gelembung gas yang diklaim sebagai penyebab minyak mentah tumpah di kawasan Kabupaten Karawang.

VP Relations Pertamina hulu Energi, Ifki Surya, mengatakan pengeboran sumur baru sudah berlangsung sedalam 624 Meter dari target 2.765 Meter. Selain itu, dengan adanya sumur baru, YYA-1RW, pihak PHE ONWJ bisa mengontrol sumur YYA-1 .

Kami akan mengontrol YYA-1 melalui YYA-1 sumur baru YYA-1RW ni, sehingga nanti bisa secepatnnya untuk menutup agar tidak lagi menumpahkan minyak.

3. Pertamina Bekerja sama dengan perusahaan Amerika Serikat Untuk Tangani Kasus Ini

Dalam rangka pengeboran sumur baru guna mematikan sumur YYA-1, PHE ONWJ bekerja sama dengan perusahaan asal Amerika Serikat yaitu Boots dan Coots yang sebelumnya pernah menangani insiden dengan skala yang lebih besar di Teluk Meksiko.

Apabila pengeboran sumur baru sudah mencapai kedalaman 2.766 meter, maka Pertamina Selanjutnya akan mematikan sumur YYA-1 adalah memompa lumpur berat dari sumur baru, kemudian mereka akan memonitor selama 24 jam peniuh sumur baru itu. Sedangkat sumur lama akan di tutup secara permanen.

PHE ONWJ sudah melakukan upaya untuk menahan tumpahan minyak dari sumur YYA-1 dengan melakukan strategi proteksi berlapis. Strategi ini dilakukan di sekitar anjungan. Selain itu, PHE ONWJ juga mengejar, Melokalisasi dan juga menyedot ceceran minyak yang melewati batas sabuk oil boom di sekitar anjungan YYA-1

4. Pertamina  Jamin Isu Tumpahan Minyak Dapat Di Atasi Dalam Waktu 2 Minggu

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. memastikan pemerintah pusat dan PT Pertamina berupaya cepat untuk menyelesaikan kebocoran di kilang perminyakan yang terjadi di perairan Kabupaten Karawang.

Menurut Ridwan, PT Pertamina sudah berupaya yang cukup maksimal untuk menanggulangi tumpahan minyak tersebut.

Baca Juga :

Shares